Hanya Sekali Kau Rasakan Ini
Ini rasa yang hanya sekali para insan rasakan dalam hidupnya,,rasa yang pasti yang akan dialami oleh setiap jiwa manusia, tetapi tidak semua jiwa manusia mengalami kemudahan ketika ruh mereka dicabut oleh malaikat-malaikat yang diutus oleh Allah. dimana semua yang hidup didunia ini akan merasakan sakitnya itu, rasanya seperti kambing yang di kulitin hidup hidup, oleh para insan di dunia atau seperti di tusuk pedang yang telah di panaskan.,, wao tak bisa kubayangkan hal itu… tapi mau bagaimana? Semua orang pasti merasakannya… adi mulailah ikhlas dari sekarang… di sini suatu kisah dimana aku tahu tentang sakratul maut,dan mulai sinilah aku berpikir dewasa tentang hal itu … Minggu pagi tepat jam 9 aku pergi kearah yang sama dengan salah satu temanku,tapi kita berbeda tujuan,aku ingin bekerja kelompok dan dia ingin mengikuti bimbingan belajar,dan kita pun terpisah dengan waktu... Waktu pun terus berputar,tak terasa pengerjaan kita selesai dengan apa yang kita inginkan,kami pun menuju keluar pintu kamar untuk beristirahat sejenak di luar,ketika aku ingin menjatuhkan tubuh ku di empuknya sofa ruang tamu,sesuatu yang tak ku duga kudengar dengan telinga kiriku,hingga tubuhku terasa bergetar saat kudengar itu,hingga bibirku berkata “INNALILAHIWAINNAILAIHI ROJIIUN” satu kalimat yang aku ucapkan dengan perasaan seperti aku berada dikegelapan malam dan dinginnya angin yang menusuk hatiku… begitu cepat dia meninggalkan kita semua,dan begitu cepat untuk dia barada di rumah kehidupan itu. Ku dengar dua insan telah merasakan rasa itu, yang satu pergi tanpa tanda dan yang satu pergi dengan meninggalkan jejak dan mereka hanya meninggalkan ‘NAMA’ dua insan yang tak pernah bertatap muka dengan ku dan hanya ku dengar namanya dari bibir bibir kecil insan lainnya,seketika itu pikiran ku mulai berpikir tentang hal itu… Aku pun pergi kerumahnya,sebenarnya kita tak ada tujuan untuk itu,jd kami hanya membawa barang barang sederhana.. Saat aku menginjakan kakiku dihalaman rumahnya kudengar suara tangis yang sangat begitu mendalam hingga menembus dinding hatiku dan mengetarkan tubuhku, kakiku menuntunku kerumah itu,,,kulewati beberapa orang yang telah berduka didepan terasnya yang kecil, Ku lihat dia di balik kain coklat batik yang menutupi seluruh badannya,dan saat kain itu di buka,kulihat wajahnya yang begitu menawan dengan mata yang terbuka setengah,ku perhatikan wajah lembutnya itu dengan setetes air yang telah berada di ujung mataku,,detak jantung ku berdetak cepat,tak kuasa ku melihatnya,,, Itu pun pertama dan terakhirnya ku melihat wajahnya.., tak tahu kenapa air mata ini tertetes? dan aku tahu jawabanaya yaitu aku menagis bukan karena dia meninggalkan kita semua,tapi aku menagis karma aku membayangkan rasa itu yaitu sakratul maut,dan penyiksaan di neraka,dan juga pertanyaan pertanyaan yang akan di lemparkan kepada kita di alam kubur nanti, kita hidup hanya sementara di dunia ini,dan ini adalah keputusan yang kita ambil saat kita melakukan perjanjian dengan allah, kemudian aku bertanya pada diriku mengapa ku tak bisa mengingat hal itu,,??? Pertanyaan itu mengikuti ku seperti bayangan ku yang slalu mengikuti diriku ini, saat ku berjalan menuju suatu tempat dengan papan papan yang berdiri diatas tanah coklat dimana para insan beristirahat untuk terakhir kalinya,dan saat jenajah itu akan di bumikan,saat itu terpikir di kepalaku…. Ku pikirkan kembali tentang pertanyaan tadi “jika semua insan diingatkan dengan perjanjian itu,maka tak akan ada surga dan tak aka nada neraka” tapi itu adalah rahasia allah,dan tak ada gunanya aku berpikir hal itu,," yang harus ku pikirkan adalah “Bagaimana dengan kewajiban ku......?,” “Bagaimana dengan tanggung jawab ku......?” “Bagaimana dengan kehalifahan ku di dunia ini.....?” “Apa kah aku sudah melaksanakan semua tugas itu.....?” "Dan bagaimana dengan kau.......?" Air mata ini terus mengalir saat aku ditanya dan mendengarkan kata “SAKRATUL MAUT” karma Rasa sakit pada sakaratul maut langsung menghunjam ruh itu sendiri sehingga menerobos seluruh organ-organ tubuhnya, seluruh jaringan sarafnya, seluruh urat-urat. di tubuhnya, bahkan juga seluruh persendian tubuhnya, hingga merambati akar rambut dan kulit dari atas kepala hingga ujung kaki … Dan rasa sakit itu hanya 1 kali menghampiri dalam hidup kita,,,,! Masyaallah dahsyatnya saat itu….. Jika SAKRATUL MAUT itu datang maka: Tak ada lagi…. arti harta………… Tak ada lagi.…arti jabatan……… Tak ada lagi….arti keangkuhan……. Tak ada lagi…. arti kesenangan duniawi……. Tak ada lagi ….arti kekuasaan Hanya ada arti sebuah nama jadi sebelum rasa itu datang, apa kah kamu sudah melakukan tanggung jawab itu….? Jika tidak laksanakanlah dari sekarang, Sebelum semuanya terlambat….. jika kamu telah melaksanakan kewajiban itu maka keTika kamu berpikir sakratul maut dan neraka kamu akan meneteskan air mata mu itu di wajahmu..........
Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar